Ekspositori

  1. A.       Konsep dan Prinsip Penggunaan Strategi Pembelajaran Ekspositori

Strategi pembelajaran ekspositori adalah metode pembelajaran yang digunakan dengan memberikan terlebih dahulu definisi, prinsip dan konsep materi pelajaran serta memberikan contoh-contoh latihan pemecahan masalah dalam bentuk ceramah, demonstrasi, Tanya jawab, diskusi, dan penugasan. Siswa mengikuti pola yang telah ditentukan atau rancang oleh guru secara cermat. Penggunaan metode ekspositori merupakan metode pembelajaran mengarah kepada tersampaikannya isi pelajaran kepada siswa secara langsung.

Penggunaan metode ini siswa tidak perlu mencari dan menemukan sendiri fakta-fakta, konsep dan prinsip karena telah disajikan secara jelas oleh guru. Kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode ekspositori cenderung berpusat kepada guru. Guru aktif memberikan penjelasan atau informasi pembelajaran secara terperinci tentang materi pembelajaran. Metode ekspositori sering dianalogikan dengan metode ceramah, karena sifatnya sama-sama memberikan informasi.

Pada umumnya guru lebih menyukai memakai metode ceramah karena mudah dilaksakan dengan persiapan yang sederhana, hemat waktu dan tenaga, dengan satu langkah dapat langdsung menjangkau semua siswa dan dapat dilakukan cukup diruang kelas. Popham & Baker menjelaskan bahwa setiap penyajian informasi secara lisan dapat disebut ceramah. Menurut Hasibuan dan Moedjiono metode ceramah adalah cara penyampaian bahan peljaran dengan komunikasi lisan. Metode ceramah efektif dan efisien untuk menyampaikan informasi dan pengertian.

Strategi pembelajaran ekspositori  adalah strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada sekelompok siswa dengan maksud agar siswa siswa dapat menguasai materi pelajaran secara optimal. Roy Killen menyatakan bahwa strategi ekspositori juga disebut pembelajaran langsung (Direct Instruction). Dikatakan direct instruction karena dalam strategi ini materi pembelajaran disampaikan secara langsung oleh guru kepada siswa, “guru sebagai sumber pembelajaran”. Oleh karena itu, strategi ekspositori lebih menekankan kepada proses bertutur, maka sering juga disebut  dengan istilah strategi “chalk and talk

Strategi pembelajaran ekspositori juga disebut model pembelajaran aktif (active teaching model), training model, mastery teaching, dan explicit instruction. Pembelajaran langsung adalah salah satu pendekatan mengajar yang dirancang khusus untuk menunjang proses belajar siswa yang berkaitan dengan pengetahuan prosedural yang terstruktur dengan baik yang dapat diajarkan dengan pola kegiatan yang bertahap, selangkah demi selangkah.

Pembelajaran langsung adalah  suatu model pembelajaran yang bersifat teacher center. Dikatakan demikian karena dalam strategi pembelajaran ini, yang memegang peranan dominan dalam proses pembelajaran adalah guru. Guru menyampaikan materi pembelajaran secara terstruktur dengan harapan siswa mapu menguasai materi ajar dengan baik. Fokus utama dalam strategi pembelajaran ini adalah kemampuan akademik (academic achievement) siswa.

Dalam strategi pembelajaran ekspositori ada beberapa karakteristik yaitu: Pertama, strategi ekspositori dilakukan dengan cara menyampaikan materi pelajaran secara verbal, artinya menyampaikan materi ajar dengan bertutur secara lisan, oleh karena itu metode ini identik dengan metode ceramah. Kedua, materi pelajaran yang disampaikan adalah materi tentang data, fakta, konsep-konsep tertentu yang harus dihafal sehingga tidak menuntut siswa untuk berfikir ulang. Ketiga, tujuan utma dari pembelajaran adalah penguasaan materi pelajaran itu sendiri. Artinya, setelah proses pembelajaran siswa berakhir, siwa mampu memahami dengan benar dengan cara dapat mengungkapkan kembali materi yang telah diuraikan. Dalam system ini guru menyajikan dalam bentuk yang telah dipersiapkan secara rapi, sistematis dan lengkap siswa tinggal menyimak dan mencernanya saja.

Pembelajaran ekspositori akan efektif jika;

  1. Materi yang akan disampaikana adalah materi dasar
  2. Guru menginginkan agar siswa mempunyai gaya intelektual tertentu
  3. Bahan pelajaran cocok untuk dipresentasikan
  4. Ingin membangkitkan keingintahuan siswa
  5. Guru menginginkan untuk mendemonstrasikan suatu teknik tetrtentu
  6. Siswa memiliki kesulitan yang sama
  7. Siswa yang diajar rata-rata memiliki kemampuan rendah
  8. Lingkungan tidak mendukung untuk menggunakan strategi yang berpusat pada siswa
  9. Guru tidak memiliki waktu yang cukup untuk menggunakan pendekatan yang berpusat pada siswa

Adapun prinsip-prinsip penggunaan strategi pembelajaran ekspositori yang perlu diperhatikan oleh setiap guru dalam pembelajaran adalah;

  1. Berorientasi pada tujuan

Guru sebelum melaksanakan metode ini, harus merumuskan tujuan pembelajaran secara jelas dan terukur. Pada umumnya tujuan pembelajaran harus dirumuskan dalam bentuk tingkah laku yang berorientasi pada kompetensi yang harus dicapai oleh siswa. Tujuan yang baik perlu berorientasi pada siswa dan spesifik, mengandung uraian yang jelas tentang situasi penilaian (kondisi evaluasi), dan mengandung tingkat ketercapaian kinerja yang diharapkan (kriteria keberhasilan). Jadi agar dalam penggunaan metode ini lebih terarah dan efektif serta efisien maka harus disertai dengan tujuan  yang jelas sehingga hasil belajar dapat terukur ”tidak ngelantur”.

  1. Prinsip Komunikasi

Proses pembelajaran dapat dikatakan sebagai proses komunikasi, yang menunjuk pada proses penyampaian pesan. Pesan yang akan disampaikan dalam proses pembelajaran adalah materi pelajaran. Dalam proses komunikasi guru berfungsi  sebagai sumber pesan  dan siswa berfungsi sebagai penerima pesan.

Sistem komunikasi dikatakan  efektif jika pesan yang disampaikan mudah ditangkap oleh penerima pesan secara utuh dan demikian pula sebaliknya; sistem komunikasi dikatakan tidak efektif bila penerima pesan sulit menangkap pesan yang disampaikan. Kesulitan dalam menangkap suatu pesan dapat terjadi karena berbagai gangguan yang dapat menghambat kelancaran suatu komunikasi. Akibat gangguan tersebut memungkinkan penerima pesan (siswa) tidak memahami atau menerima sama sekali pesan yang telah sampaikan oleh pengirim pesan (guru). Sebagai strategi pembelajaran yang menekankan pada proses penyampaian, maka prinsip komunikasi merupakan prinsip yang sangat penting untuk diperhatikan. Artinya, guru harus berupaya untuk menghilangkan segala gangguan yang dapat menghambat proses komunikasi dalam belajar.

  1. Prinsip Kesiapan

Dalam teori belajar koneksionisme, ”kesiapan” merupakan salah satu hukum belajar, prinsip ini biasa disebut law of readiness (hukum kesiapan), ketika seorang siap untuk melakukan suatu tindakan maka melakukannya akan  memuaskan dan ketika orang siap melakukan suatu tindakan maka tidak melakukannya akan menjengkelkan, serta ketika seorang tidak siap melakukan suatu tindakan tetapi dipaksa melakukannya maka melakukannya akan menjengkelkan. Yang dapat kita simpulkan dari teori belajar ini adalah, agar siswa dapat menerima informasi sebagai stimulus yang kita berikan, maka terlebih dahulu kita harus dapat memposisikan mereka dalam keadaan siap, baik fisik maupun psikisnya untuk menerima pelajaran. Jangan memulai pelajaran jika siswa belum siap untuk menerimanya.

  1. Prinsip Berkelanjutan

Proses pembelajaran ekspositori harus dapat mendorong siswa untuk mau mempelajari materi pelajaran lebih lanjut. Pembelajaran bukan hanya berlangsung pada saat itu, akan tetapi juga untuk waktu selanjutnya. Ekspositori yang berhasil adalah manakala melalui proses penyampaian dapat membawa siswa pada situasi ketidakseimbangan (disequilibrium), sehingga mendororng mereka untuk mencari dan menemukan atau menambah wawasan melalui proses belajar mandiri. Artinya, dalam metode ekspositori guru harus dapat menambah keingintahun siswa lebih tinggi sehingga siswa terpacu untuk mengkaji  lebih dalam.

 

  1. B.    Prosedur Pelaksanaan Strategi Ekspositori

Sebelum melaksanakan pembelajaran dengan metode ekspositori ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan guru agar dalam penggunaan metode ini dapat terlaksana sesuai dengan apa yang diinginkan. Adapun beberapa hal tersebut adalah;

  1. Merumuskan tujuan yang ingin dicapai

Agar dalam pembelajaran dapat terfokus pada materi maka sangat penting untuk merumuskan tujuan pembelajaran, sehingga materi tidak melebar dan dapat terarah. Dengan tujuan yang harus dicapai akan menjadi faktor pengingat bagi guru dalam menyampaikan materi. Sebagaimana pengertian tujuan pembelajaran adalah sebagai prilaku yang hendak dicapai atau yang dapat dikerjakan oleh siswa pada kondisi dan tingkat kompetensi tertentu.

  1. Menguasai materi dengan baik

Seorang guru sebagai sumber utama dalam strategi ini, tentunya harus betul-betul menguasai materi yang akan diajarkan. Jika seorang guru kurang menguasai terhadap materi yang akan diajarkan maka akan mengurangi kepercayaan dirinya dalam menghadapi siswa, sehingga guru tidak mampu menguasai keadaan dan tidak mampu mengontrol serta mengendalikan prilaku-prilaku siswa yang dapat mengganggu jalannya proses pembelajaran.

Ada beberapa hal yang dapat membantu guru dalam menguasai materi diantaranya; pertama, pelajari sumber-sumber belajar yang mutakhir. Kedua, persiapkan masalah-masalah yang mungkin timbul dengan cara menganalisis materi pelajaran sampai detailnya. Ketiga, buatlah garis besar materi pelajaran yang akan disampaikan untuk memandu dalam penyajian agar tidak melebar.

 

  1. Kenali medan dan berbagai hal yang dapat mempengaruhi proses penyampaian

Dengan mengenali medan atau lingkungan merupakan hal yang penting dalam langkah persiapan. Pengenalan medan dapat membantu guru untuk mengantisipasi berbagai hal yang dapat mengganggu proses penyajian materi pelajaran. Beberapa hal yang harus diperhatikan diantaranya; kondisi siswa, kondisi ruangan dan lain-lainnya yang masih ada hubungannya dengan siswa dan lingkungan belajarnya.

Menurut Kurdi & Nur: 3) ada 5 hal yang harus diperhatikan guru sebelum melaksanakan strategi pembelajaran ekspositori yaitu; (1) Tujuan pembelajaran, (2) Sintaks dan alur kegiatan pembelajaran, (3) Sistem pengelolaan dan lingkungan belajar model yang diperlukan, (4) Alat yang akan didemonstrasikan, dan (5) Harus mengikuti sintaks.

Keberhasilan penggunaan metode ekspositori sangat tergantung pada kemampuan guru untuk bertutur atau menyampaikan materi pelajaran. Yatim (2009: 139) menyebutkan secara garis besar prosedur strategi ekspositori adalah; (1) Preparation, (2) Apersepsi, (3) Presentasi dan (4) Resitasi.

  1. Persiapan (Preparation)

Tahap persiapan berkaitan dengan mempersiapkan siswa untuk menerima pelajaran. Tujuan yang ingin dicapai dalam dalam melakukan persiapan adalah;

  • Mengajak siswa keluar dari kondisi mental yang pasif
  • Membangkitkan motivasi dan minat siswa
  • Merangsang dan menggugah rasa ingin tahu siswa
  • Menciptakan suasana dan iklim pembelajaran yang terbuka

Langkah-langkah dalam persiapan diantaranya;

  1. Memberikan sugesti yang positif dan hindari sugesti yang negatif
  2. Mulai dengan memaparkan tujuan yang harus dicapai
  3. Bukalah file dalam otak

 

  1. Apersepsi

Urain singkat guru untuk mengarahkan kesiapan atau perhatian siswa kepada materi yang akan diajarkan.

  1. Penyajian (Presentasi)

Langkah penyajian adalah langkah penyampaian materi pelajaran sesuai dengan persiapan yang telah dilakukan. Yang perlu dipikirkan oleh seorang guru adalah bagaimana agar materi pelajaran dapat dengan mudah diterima atau tangkap  dan dipahami oleh siswa. Oleh karen itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam tahap ini yaitu;

  1. Penggunaan bahasa
  • Bahasa yang komunikatif dan mudah dipahami
  • Memperhatikan tingkat perkembangan siswa

b. Intonasi suara

c. menjaga kontak mata

d. Menggunakan joke-joke yang menyegarkan

  • Harus relevan dengan materi
  • Tidak terlalu sering

 

 

 

  1. Korelasi (Correlation)

Langkah korelasi adala langkah menghubungkan materi pelajaran dengan pengalaman siswa atau dengan hal-hal lain yang memungkinkan siswa dapat memahami keterkaitannya dalam struktur pengetahuan yang telah dimiliki.

  1. Menyimpulkan (Generalization)

Menyimpulkan adalah tahapan untuk memahami inti dari mata pelajaran yang telah disajikan. Langkah menyimpulkan merupakan langkah yang sangat penting , sebab melalui langkah ini siswa akan dapat mengambil inti dari proses penyajian. Menyimpulkan berarti memberikan keyakinan kepada siswa tentang kebenaran suatu paparan. Dengan demikian, siswa tidak merasa ragu lagi akan penjelasan guru. Menyimpulkan dapat dilakukan dengan beberapa cara;

  1. mengulang kembali inti-inti materi yang menjadi pokok persoalan
  2. Memberikan beberapa pertanyaan yang relevan dengan materi yang diajarkan
  3. Cara maping melalui pemetaan keterkaitan antarmateri pokok-pokok  materi

 

6. Mengaplikasikan (Aplication)

Langkah aplikasi adalah langkah unjuk kemampuan setelah siswa memperoleh penjelasan dari guru. Dari langkah ini guru akan mengetahui tentang peguasaan dan pemahaman materi pelajaran oleh siswa. Teknik yang biasa dilakukan dalam langkah ini diantaranya, pertama, memberi tugas yang relevan dengan materi yang telah disampaikan. Kedua, memberikan tes yang sesuai dengan materi pelajaran yang telah disampaikan.

  1. C.     Keunggulan dan Kelemahan Strategi Ekspositori
    1. Keunggulan

Strategi pembelajaran ekspositori merupakan strategi pembelajaran yang sering dan banyak digunakan oleh guru. Hal ini disebabkan strategi ini memiliki beberapa kelebihan atau keunggulan, diantaranya:

  1. Guru dapat mengontrol urutan dan keluasan materi, pembelajaran, dengan demikian dapat mengetahui sejauh mana siswa menguasai bahan pelajaran yang disampaikan
  2. Sangat efektif jika materi yang harus dikuasai sangat luas dan waktu yang dimiliki untuk belajar terbatas
  3. Siswa dapat menerima penuturan dan melihat atau mengobservasi langsung (melalui demonstrasi)
  4. Dapat digunakan untuk jumlah siswa dan ukuran kelas yang besar.
  5. Kelemahan

Selain memiliki keunggulan, strategi pembelajaran ekspositori juga memiliki kelemahan. Kelemahan-kelemahan itu diantaranya;

  1. hanya dapat dilakukan pada siswa yang memiliki kemampuan mendengar dan menyimak secara baik.
  2. Tidak dapat melayani perbedaan setiap individu baik perbedaan kemampuan, pengetahuan, minat dan bakat serta gaya belajar.
  3. Sulit untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam hal sosialisasi, hubungan interpersonal, serta kemampuan berpikir kritis.
  4. Keberhasilan siswa sangat tergantung kemampuan guru
  5.  Karena komunikasi pada strategi ini lebih banyak satu arah, maka kesempatan untuk mengontrol pemahaman siswa akan terbatas dan kemampuan siswa terbatas pada apa yang diberikan guru.

Memperhatikan beberapa kelemahan yang ada, maka sebaiknya dalam melaksanakan strategi ini guru perlu persiapan yang matang baik mengenai materi maupun hal-hal lain yang dapat mempengaruhi kelancaran proses belajar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Komentar Terbaru

ayub di Kata mutiara
aR_eRos di Tiga Amalan Baik

Arsip

%d blogger menyukai ini: