MAKALAH ANALISIS ISI

PENDAHULUAN

Menghadapi seluruh kenyataan dalam hidupnya, manusia kagum atas apa yang dilihatnya, manusia ragu-ragu apakah ia tidak ditipu oleh panca-inderanya, dan mulai menyadari keterbatasannya Dalam kehidupan sehari – harinya manusia juga tak dapat terpisahkan dari aktifitas. Baik itu dilakukan secara individu maupun kelompok. Dalam aktivitas tersebut kadang – kadang (bahkan harus) terdukementasi. Baik itu dalam catatan pribadi maupun media, baik cetak maupun elektronik.

Terlebih pada jaman informasi global sekarang ini, hampir semua yang dialami manusia dapat diakses oleh manusia yang lain, baik itu informasi yang baik – baik maupun yang kurang baik untuk dilihat. Apalagi suatu informasi itu dapat mendatangkan nilai jual yang tinggi.

Untuk itu dalam meneliti suatu pesan yang terdapat dalam dukumen atau sumber pesan yang terdapat dimedia cetak atau elektronik bahkan media – media yang lain, dibutuhkan suatu metode tersendiri yang dikenal dengan analisis isi atau content analysis.

Dalam makalah ini kami segenap penulis dengan sekuat kemampuan pengetahuan kami akan mengungkap analisis isi diantaranya :

  1. Tinjauan umum tentang analisis isi, yang berisikan pengertian, tujuan, sampling, katagori, unit rekaman, unit konteks dan sistem enumerasi.
  2. Desain Analisis Isi
  3. Tahapan Proses penelitian Analisis Isi
  4. Dasar – Dasar Rancangan Analisis Isi
  5. Teknik Pembuatan Skala
  6. Realibilitas dan Validitas
  7. Analsisi Isi Kualitatif

Dengan pembahasan tersebut kami berharap yang mengikuti diskusi kelas ini dapat sedikit mengerti (syukur kalau faham betul) tentang analisis isi. Sehingga nantinya dapat bermanfaat dalam penelitian bahkan mungkin sampai nanti menghadap Allah swt.

Dalam kata bijak berkata : “Aku datang – entah dari mana, aku ini – entah siapa, aku pergi – entah kemana, aku akan mati – entah kapan, aku heran bahwa aku gembira”. Karena itu walaupun terdapat banyak perbedaan antara kita, makalah ini juga kami harapkan dapat membuat kita gembira pada akhirnya dengan pemahaman yang mendalam tentang analisis isi, sehingga kita dapat mempraktekkan dalam penelitian terutama untuk menyelesaikan tugas akhir kita nantinya.

PEMBAHASAN

  1. Tinjauan Umum Analisis Isi

Analisis isi (Content analysis) mempunyai beberapa pengertian, seperti tercantum dibawah ini ;

  1. Analisis isi merupakan teknik penelitian untuk mendeskripsikan secara kuantitatif, objektif dan sistematik dari isi komunikasi. (Barelson, 1954)
  2. Analisis isi adalah suatu teknik penelitian untuk membuat perujukan pengenalan karakteristik tertentu didalam teks secara sitematik dan objektif. (Stone, et.al, 1966)
  3. Pada uraian tertentu kita mengusulkan penggunaan istilah ‘content analysis’ dan ‘coding’ secara bergantian guna menunjukkan deskrepsi kuantitatif, sistematik dan objektif dari suatu prilaku simbolik. (Cartwrigt, 1953)

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Analisis isi (content analysis) adalah penelitian yang bersifat pembahasan mendalam terhadap isi suatu informasi tertulis atau tercetak dalam media massa. Pelopor analisis isi adalah Harold D. Lasswell, yang memelopori teknik symbol coding, yaitu mencatat lambang atau pesan secara sistematis, kemudian diberi interpretasi.

Sejalan dengan kemajuan teknologi, selain secara manual kini telah tersedia komputer untuk mempermudah proses penelitian analisis isi, yang dapat terdiri atas 2 macam, yaitu perhitungan kata-kata, dan “kamus” yang dapat ditandai yang sering disebut General Inquirer Program.

Analisis isi tidak dapat diberlakukan pada semua penelitian sosial. Analisis isi dapat dipergunakan jika memiliki syarat berikut.

  1. Data yang tersedia sebagian besar terdiri dari bahan-bahan yang terdokumentasi (buku, surat kabar, pita rekaman, naskah/manuscript).
  2. Ada keterangan pelengkap atau kerangka teori tertentu yang menerangkan tentang dan sebagai metode pendekatan terhadap data tersebut.
  3. Peneliti memiliki kemampuan teknis untuk mengolah bahan-bahan/data-data yang dikumpulkannya karena sebagian dokumentasi tersebut bersifat sangat khas/spesifik.

Analisis isi dapat digunakan untuk menganalisis semua bentuk komunikasi. Baik surat kabar, berita radio, iklan televisi maupun semua bahan-bahan dokumentasi yang lain. Holsti menunjukkan tiga bidang yang banyak mempergunakan analisis isi, yang besarnya hampir 75% dari keseluruhan studi empirik, yaitu penelitian sosioantropologis (27,7 persen), komunikasi umum (25,9%), dan ilmu politik (21,5%).

Berikut kita coba pilah – pilah konsep analisi isi dari mulai tujuan, sampling, katagori, unit rekaman, unit konteks dan sistem enumerasi.

  1. Tujuan Analisis Isi

Analisis isi bisa dikatakan ekuivalen dengan studi dokumen untuk penelitian survey. Disini digunakan hipotesis formal dan sampel luas yang dilukiskan secara ilmiah serta dapat dianalissis dengan menggunakan bantuan teknik statistik modern, bahkan dengan bantuan komputer. Dengan demikian, tujuan dari analisisi isi meliputi semua bidang spesialisasi yang sebenarnya juga tercakup dalam penelitian survey. Selain itu, analisis isi juga mempunyai beberapa tujuan khusus seperti determinasi (penentuan) kepengarangan bagi dokumen yang ditulisnya yang bisa dipertanyakan. Disamping pengujian hipotesisi, Holsti mendaftar tujuh tujuan analisis isi, yakni sebagai berikut :

  1. Untuk menjelaskan kecenderungan isi komunikasi
  2. Untuk menjelaskan karakteristik yang diketahui dari sumber-sumber kepada pesan – pesan yang dihasilkan
  3. Untuk memeriksa atau mengaudit isi komunikasi terhadap standar yang berlaku
  4. Untuk menganilisis teknik persuasi
  5. Untuk menganalisis gaya suatu tulisan
  6. Untuk menghubungkan atribut (sifat dan perlengkapan) yang diketahui dari audiens kepada pesan – pesan yang dihasilkan bagi mereka
  7. Untuk menjelaskan pola-pola kumunikasi.

Analisis isi sifatnya sama dengan analisis berstruktur yang diterapkan pada dokumen, dan bukannya pada observasi prilaku nonverbal.

Setidaknya ada lima tugas pokok dalam menghadapi teknik analisis isi ini, yakni sebagai berikut :

  1. Gambarkan sample – sampel dokumen
  2. Batasi isi kategori. Isi yang ada bergantung kepada tujuan studi
  3. Batasi unit rekamannya
  4. Batasi unit konteksnya
  5. Batasi sistem enumerasinya
  1. Sampling dalam analisis isi

Teknik samplingnya mempunyai prinsip yang sama dengan teknik sampling pada umumnya. Bias menggunakan sampling probabilitas, juga bias menggunakan sampling nonprobabilitas. Kalau digunakan teknik sampling probabilitas, maka analisisinya bias menggunakan bantuan statistik, baik deskriptif maupun yang inferensial. Sedangkan jika yang dipilih adalah teknik sampling nonprobabilitas, maka semua perhitungan statistik tidak diperlukan.

  1. Kategori dalam analisis isi

Kategori harus menggambarkan tujuan penelitian, lengkap (mendalam), mutually exclusive, dan independent. Yang dimaksud dengan independent disini adalah bahwa nilai pada suatu kategori tidak menentukan nilai pada kategori yang lain.

Kategori hendaknya mencukupi untuk tujuan studi. Setelah peneliti membatasi tujuan studinya, maka ia harus mengkontruk sepenrangkat kategori yang sesuai. Seperti halnya kategori – kategori untuk penelitian observasi, ketegori untuk analisis isi pada umumnya tidak berasal dari teori, namun dibentuk dengan menguji dokumen yang dipelajari, serta menegaskan unsur – unsur umum apa saja yang diisikan. Banyak peneliti analisis isi yang meminati secara khusus nilai – nilai yang dinyatakan dalam dokumen, misalnya Barelson dan Salter. Mereka telah mempelajari nilai – nilai yang digambarkan dalam fiksi popular.

  1. Unit rekaman dalam analisis isi

Sering juga disebut sebagai unit analisis. Tindakan memilih kategori pada umumnya tidak menentukan satu unit rekaman yang sesuai. Tidak ada unit rekaman yang hanya satu buah, tapi ada bebarapa, seperti yang pernah didaftar oleh hosti, sebagai berikut

  1. Kata atau simbul tunggal
  2. Tema
  3. Karakter
  4. Kalimat atau paragraph
  5. Item
  1. Unit konteks

Terkadang sangat sulit membicarakan analisis pada kategori yang tanpa mempertimbangkan konteksnya. Dalam mempelajari nilai – nilai, peneliti berkeinginan menggunakan kata sebagai unit rekaman, namun ia tidak mempunyai dokumen yang banyak, sehingga penggunaan satu kata tidaklah praktis. Selain itu ia juga merakan bahwa unit yang lebih besar tidak bias memberikan presisi yang diperlukan.

  1. Sistem enumerasi

Setelah peneliti menentukan unit kategori, unit rekamannya dan unit konteksnya, maka ia harus menetapkan bagaimana ia harus mengkuantifikasikan datanya. Ada empat cara yang penting dalam mengenumerasi atau mengkuantifikasi data dalam analisis isi, yakni sebagai berikut :

  1. Koding biner sederhana, untuk menunjukkan apakah kategori ada dalam dokumen atau tidak.
  2. Frekuensi yang menunjukkan pemunculan kategori pada dokumen
  3. Banyaknya ruang yang digunakan kepada kategori
  4. Kekuatan atau intensitas yang menunjukkan kategori yang diwakili.
  1. Desain Analisis Isi

Setidaknya dapat diidentifikasi tiga jenis penelitian komunikasi yang menggunakan analisis isi. Ketiganya dapat dijelaskan dengan teori 5 unsur komunikasi yang dibuat oleh Harold D. Lasswell, yaitu who, says what, to whom, in what channel, with what effect. Ketiga jenis penelitian tersebut dapat memuat satu atau lebih unsur “pertanyaan teoretik” Lasswell tersebut.

Pertama, bersifat deskriptif, yaitu deskripsi isi-isi komunikasi. Dalam praktiknya, hal ini mudah dilakukan dengan cara melakukan perbandingan. Perbandingan tersebut dapat meliputi hal-hal berikut ini.

  1. Perbandingan pesan (message) dokumen yang sama pada waktu yang berbeda. Dalam hal ini analisis dapat membuat kesimpulan mengenai kecenderungan isi komunikasi.
  2. Perbandingan pesan (message) dari sumber yang sama/tunggal dalam situasi-situasi yang berbeda. Dalam hal ini, studi tentang pengaruh situasi terhadap isi komunikasi.
  3. Perbandingan pesan (message) dari sumber yang sama terhadap penerima yang berbeda. Dalam hal ini, studi tentang pengaruh ciri-ciri audience terhadap isi dan gaya komunikasi.
  4. Analisis antar-message, yaitu perbandingan isi komunikasi pada waktu, situasi atau audience yang berbeda. Dalam hal ini, studi tentang hubungan dua variabel dalam satu atau sekumpulan dokumen (sering disebut kontingensi (contingency).
  5. Pengujian hipotesis mengenai perbandingan message dari dua sumber yang berbeda, yaitu perbedaan antarkomunikator.

Kedua, penelitian mengenai penyebab message yang berupa pengaruh dua message yang dihasilkan dua sumber (A dan B) terhadap variabel perilaku sehingga menimbulkan nilai, sikap, motif, dan masalah pada sumber B.

Ketiga, penelitian mengenai efek message A terhadap penerima B. Pertanyaan yang diajukan adalah apakah efek atau akibat dari proses komunikasi yang telah berlangsung terhadap penerima (with what effect)?

  1. Tahapan Proses penelitian Analisis Isi

Terdapat tiga langkah strategis penelitian analisis isi.

Pertama, penetapan desain atau model penelitian. Di sini ditetapkan berapa media, analisis perbandingan atau korelasi, objeknya banyak atau sedikit dan sebagainya.

Kedua, pencarian data pokok atau data primer, yaitu teks itu sendiri. Sebagai analisis isi maka teks merupakan objek yang pokok bahkan terpokok. Pencarian dapat dilakukan dengan menggunakan lembar formulir pengamatan tertentu yang sengaja dibuat untuk keperluan pencarian data tersebut.

Ketiga, pencarian pengetahuan kontekstual agar penelitian yang dilakukan tidak berada di ruang hampa, tetapi terlihat kait-mengait dengan faktor-faktor lain.

  1. Dasar – Dasar Rancangan Analisis Isi

Prosedur dasar pembuatan rancangan penelitian dan pelaksanaan studi analisis isi terdiri atas 6 tahapan langkah, yaitu :

  1. merumuskan pertanyaan penelitian dan hipotesisnya,
  2. melakukan sampling terhadap sumber-sumber data yang telah dipilih,
  3. pembuatan kategori yang dipergunakan dalam analisis,
  4. pendataan suatu sampel dokumen yang telah dipilih dan melakukan pengkodean,
  5. pembuatan skala dan item berdasarkan kriteria tertentu untuk pengumpulan data, dan
  6. interpretasi/ penafsiran data yang diperoleh.

Urutan langkah tersebut harus tertib, tidak boleh dilompati atau dibalik. Langkah sebelumnya merupakan prasyarat untuk menentukan langkah berikutnya. Permulaan penelitian itu adalah adanya rumusan masalah atau pertanyaan penelitian yang dinyatakan secara jelas, eksplisit, dan mengarah, serta dapat diukur dan untuk dijawab dengan usaha penelitian. Pada perumusan hipotesis, dugaan sementara yang akan dijawab melalui penelitian, peneliti dapat memilih hipotesis nol, hipotesis penelitian atau hipotesis statistic. Penarikan sampel dilakukan melalui pertimbangan tertentu, disesuaikan dengan rumusan masalah dan kemampuan peneliti. Pembuatan alat ukur atau kategori yang akan digunakan untuk analisis didasarkan pada rumusan masalah atau pertanyaan penelitian, dan acuan tertentu. Misalnya, kategori tinggi-sedang-rendah, dengan indikator-indikator yang bersifat terukur. Kemudian, pengumpulan atau coding data, dilakukan dengan menggunakan lembar pengkodean (coding sheet) yang sudah dipersiapkan. Setelah semua data diproses, kemudian diinterpretasikan maknanya.

  1. Teknik Pembuatan Skala

Terdapat dua macam teknik penskalaan (scaling) yang bertujuan khusus untuk mengukur intensitas.

Pertama, metode Q-Sort, menyediakan suatu cara penskalaan universe pernyataan-pernyataan mengenai variabel tertentu. Skala Q-Sort mempergunakan distribusi skala 9 titik. Pada lajur pertama, (Y) berisi 9 point nilai, yang menunjukkan tingkat terendah (1) sampai tingkat tertinggi (9), dan lajur kedua (X) yang menunjukkan persentase pernyataan dalam tiap kategori. Untuk menentukan item-item masuk pada kategori tertentu pada skala yang telah tersedia, dipakai orang-orang yang dianggap sebagai juri penilai. Dalam hal ini perlu ditetapkan keterandalan (reliabilitas) alat ukur, dan kesahihan (validitas) pengukuran.

Kedua, metode skala perbandingan pasangan (pair comparison scaling), yaitu teknik menentukan skala relatif item-item yang tidak melibatkan distribusi nyata. Penggunaan metode ini adalah untuk mengetahui pernyataan-pernyataan yang paling intens di antara pasangan-pasangan yang mungkin. Keseluruhan metode ini akan menghasilkan suatu skala relatif antaritem.

  1. Realibilitas dan Validitas

Masalah reliabilitas (keterandalan) dan validitas pengukuran (kesahihan) merupakan 2 hal pokok dalam penelitian yang tidak boleh ditinggalkan. Reliabilitas didefinisikan sebagai keterandalan alat ukur yang dipakai dalam suatu penelitian. Apakah kita benar-benar dapat mengukur dengan tepat sesuai dengan alat atau instrumen yang dimiliki. Dikenal beberapa jenis reliabilitas, yaitu berikut ini.

  1. Intercoder dan intracoder, yaitu pemberian kode dari luar dan dari dalam.
  2. Pretest, yaitu pengujian atau pengukuran perbedaan nilai antara juri-juri pemberi nilai.
  3. Reliabilitas kategori, yaitu derajat kemampuan pengulangan penempatan data dalam berbagi kategori.

Validitas adalah kesahihan pengukuran atau penilaian dalam penelitian. Dalam analisis isi, validitas dilakukan dengan berbagai cara atau metode sebagai berikut.

  1. Pengukuran produktivitas (productivity), yaitu derajat di mana suatu studi menunjukkan indikator yang tepat yang berhubungan dengan variabel.
  2. Predictive validity, yaitu derajat kemampuan pengukuran dengan peristiwa yang akan datang.
  3. Construct validity, yaitu derajat kesesuaian teori dan konsep yang dipakai dengan alat pengukuran yang dipakai dalam penelitian tersebut.

Analsisi Isi Kualitatif

  1. Analisis Wacana

Analisis wacana adalah analisis isi yang lebih bersifat kualitatif dan dapat menjadi salah satu alternatif untuk melengkapi dan menutupi kelemahan dari analisis isi kuantitatif yang selama ini banyak digunakan oleh para peneliti. Jika pada analisis kuantitatif, pertanyaan lebih ditekankan untuk menjawab “apa” (what) dari pesan atau teks komunikasi, pada analisis wacana lebih difokuskan untuk melihat pada “bagaimana” (how), yaitu bagaimana isi teks berita dan juga bagaimana pesan itu disampaikan.

Beberapa perbedaan mendasar antara analisis wacana dengan analisis isi yang bersifat kuantitatif adalah sebagai berikut. Analisis wacana lebih bersifat kualitatif daripada yang umum dilakukan dalam analisis isi kuantitatif karena analisis wacana lebih menekankan pada pemaknaan teks daripada penjumlahan unit kategori, seperti dalam analisis isi. Analisis isi kuantitatif digunakan untuk membedah muatan teks komunikasi yang bersifat manifest (nyata), sedangkan analisis wacana justru memfokuskan pada pesan yang bersifat latent (tersembunyi). Analisis isi kuantitatif hanya dapat mempertimbangkan “apa yang dikatakan” (what), tetapi tidak dapat menyelidiki bagaimana ia dikatakan (how).
Analisis wacana tidak berpretensi melakukan generalisasi, sedangkan analisis isi kuantitatif memang diarahkan untuk membuat generalisasi.

Model analisis wacana yang diperkenalkan oleh van Dijk sering kali disebut sebagai “kognisi sosial”, yaitu suatu pendekatan yang diadopsi dari bidang psikologi sosial. Menurut van Dijk, ada 3 dimensi yang membentuk suatu wacana sehingga analisis yang dilakukan terhadap suatu wacana harus meliputi ketiga dimensi tersebut, yaitu teks, kognisi sosial, dan konteks sosial.

2. Analisis Semiotik (Semiotic Analysis)

Pengertian semiotika secara terminologis adalah ilmu yang mempelajari sederetan luas objek-objek, peristiwa-peristiwa, seluruh kebudayaan sebagai tanda. Menurut Eco, semiotik sebagai “ilmu tanda” (sign) dan segala yang berhubungan dengannya cara berfungsinya, hubungannya dengan kata lain, pengirimannya, dan penerimaannya oleh mereka yang mempergunakannya.
Menurut Eco, ada sembilan belas bidang yang bisa dipertimbangkan sebagai bahan kajian untuk semiotik, yaitu semiotik binatang, semiotik tanda-tanda bauan, komunikasi rabaan, kode-kode cecapan, paralinguistik, semiotik medis, kinesik dan proksemik, kode-kode musik, bahasa yang diformalkan, bahasa tertulis, alfabet tak dikenal, kode rahasia, bahasa alam, komunikasi visual, sistem objek, dan sebagainya Semiotika di bidang komunikasi pun juga tidak terbatas, misalnya saja bisa mengambil objek penelitian, seperti pemberitaan di media massa, komunikasi periklanan, tanda-tanda nonverbal, film, komik kartun, dan sastra sampai kepada musik.

3. Analisis Framing

Analisis Framing adalah bagian dari analisis isi yang melakukan penilaian tentang wacana persaingan antarkelompok yang muncul atau tampak di media. Dikenal konsep bingkai, yaitu gagasan sentral yang terorganisasi, dan dapat dianalisis melalui dua turunannya, yaitu simbol berupa framing device dan reasoning device. Framing device menunjuk pada penyebutan istilah tertentu yang menunjukkan “julukan” pada satu wacana, sedangkan reasoning device menunjuk pada analisis sebab-akibat. Di dalamnya terdapat beberapa ‘turunan’, yaitu metafora, perumpamaan atau pengandaian. Catchphrases merupakan slogan-slogan yang harus dikerjakan. Exemplar mengaitkan bingkai dengan contoh, teori atau pengalaman masa silam. Depiction adalah “musuh yang harus dilawan bersama”, dan visual image adalah gambar-gambar yang mendukung bingkai secara keseluruhan. Pada instrumen penalaran, Roots memperlihatkan analisis sebab-akibat, Appeals to principles merupakan premis atau klaim moral, dan Consequences merupakan kesimpulan logika penalaran.

PENUTUP

Dari uraian tersebut dapat kami simpulkan antara lain :

  1. Analisis isi adalah penelitian yang bersifat pembahasan mendalam terhadap isi suatu informasi tertulis atau tercetak dalam media massa, tujuan Analisisi Isi yang utama adalah pengujian hipotesisi, Samplingnya bisa menggunakan sampling probabilitas, juga bisa menggunakan sampling nonprobabilitas, Kategorinya harus menggambarkan tujuan penelitian, lengkap (mendalam), mutually exclusive, dan independent. Tidak ada unit rekaman yang hanya satu buah, tapi ada bebarapa. Dalam penelitian harus melihat konteksnya bagaimana. Ada empat cara yang penting dalam mengenumerasi atau mengkuantifikasi data dalam analisis isi
  2. Setidaknya dapat diidentifikasi tiga jenis penelitian komunikasi yang menggunakan analisis isi. Pertama, bersifat deskriptif,  Kedua, penelitian mengenai penyebab message yang berupa pengaruh dua message yang dihasilkan dua sumber (A dan B) terhadap variabel perilaku sehingga menimbulkan nilai, sikap, motif, dan masalah pada sumber B. Ketiga, penelitian mengenai efek message A terhadap penerima B. Pertanyaan yang diajukan adalah apakah efek atau akibat dari proses komunikasi yang telah berlangsung terhadap penerima.
  3. Terdapat tiga langkah strategis penelitian analisis isi. Pertama, penetapan desain atau model penelitian. Kedua, pencarian data pokok atau data primer, yaitu teks itu sendiri. Ketiga, pencarian pengetahuan kontekstual agar penelitian yang dilakukan tidak berada di ruang hampa, tetapi terlihat kait-mengait dengan faktor-faktor lain.
  4. Prosedur dasar pembuatan rancangan penelitian dan pelaksanaan studi analisis isi terdiri atas 6 tahapan langkah, yaitu : merumuskan pertanyaan penelitian dan hipotesisnya, melakukan sampling terhadap sumber-sumber data yang telah dipilih, pembuatan kategori yang dipergunakan dalam analisis, pendataan suatu sampel dokumen yang telah dipilih dan melakukan pengkodean, pembuatan skala dan item berdasarkan kriteria tertentu untuk pengumpulan data, dan  interpretasi/ penafsiran data yang diperoleh.
  5. Terdapat dua macam teknik penskalaan (scaling) yang bertujuan khusus untuk mengukur intensitas. Pertama, metode Q-Sort, Kedua, metode skala perbandingan pasangan.
  6. Reliabilitas didefinisikan sebagai keterandalan alat ukur yang dipakai dalam suatu penelitian. Validitas adalah kesahihan pengukuran atau penilaian dalam penelitian.
  7. Analisis isi kualitatif dapat meliputi Analisis Wacana, Analisis Semiotik, dan Analisis Framing

Demikian makalah ini kami sajikan walaupun dengan banyak kekurangan. Untuk itu kami berharap semoga banyak masukan maupun kritikan sehingga dapat memberi pemahaman yang mendalam bagi kita semua.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Komentar Terbaru

ayub di Kata mutiara
aR_eRos di Tiga Amalan Baik

Arsip

%d blogger menyukai ini: